Postingan

Trip #19: Belajar Budaya Sadar Bencana ala Anak Muda Girirejo Bantul

Gambar
BANTUL (piknikpiknikasik) - Hai...Hai piknikers... ketemu lagi kita gaiss... Eh, banyak orang bilang kalau Indonesia ini semacam "gudangnya" bencana alam. Salah satunya, gempa bumi. Saking seringnya gempa hampir di setiap wilayah, pernah pada satu kesempatan, pas ketemu bu Dwikorita Karnawati (kepala BMKG), beliau mengatakan yang pada intinya begini: seringnya gempa bumi terjadi karena memang Indonesia merupakan negeri yang terbentuk oleh adanya gempa-gempa akibat tumbukan-tumbukan lempeng aktif. Dan tumbukan-tumbukan itu akan terus terjadi, karena itu bagian dari "cara" bumi ini hidup.

Masih jelas dalam ingatan kita seperti apa dasyatnya gempa yang mengguncang saudara-saudara kita di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini kan? Ya,  dari Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipublikasikan melalui https://bnpb.go.id/ , Hingga 15 Agustus 2018, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 460 orang. Sedangkan korban luka-luka tercatat 7.733 oran…

Trip #18: Icip-icip Wader Presto dari Tepian Kali Progo

Gambar
Mbak Ndari bersama wader presto buatannya (dok. Pribadi)

SLEMAN (piknikpiknikasik) - Setelah sekian lama gak eksis, cerita perjalanan pértama di tahun 2018 ini dimulai dari perbatasan Sleman - Kulon Progo, lebih tepatnya di pinggir kali progo sisi timur. Bukan suatu kebetulan juga kalau nama daerahnya juga Minggir yang dalam.bahasa Indonesia bisa dimaknai dengan "menepi". Cuma korelasinya seperti apa, itu yang belum ketemu, dan sepertinya gak penting juga dibahas, karena yang mau kita bicarakan kali ini adalah hasil jelong-jelongnya di rumah Mbak Ndari di Dusun Kliran lX, Desa Sendangagung, Kecamatab Minggir, Kabupaten Sleman, DIY.

Siapa yang tak kenal wader? Klo pun gak kenal-kenal banget, minimal taulah ya jenis ikan yang satu ini. wader jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di kali (sungai) termasuk Progo. Namun, ukuran wader dari Progo relatif lebih besar dari ikan wader yang biasa hidup di empang. Kenapa? Lagi-lagi belum nemu penjelasan ilmiahnya hehe...


Ikan wader …

Trip #17: Wisata Berkuda di Jantung Kota Jogja

Gambar
Seorang anak tengah  menunggang kuda di alun-alun utara keraton Jogja (dok. Istimewa)

KOTA JOGJA (piknikpiknikasik) - Sore itu, cuaca di langit Jogja terlihat cerah. Meski jarum jam sudah menunjuk pukul 16.00 WIB, tapi matahari masih cukup terik di ufuk barat.

Asiknya, suasana itu tak menyurutkan anak-anak dan para orang tua untuk 'nyore' di alun-alun utara, sembari menikmati wisata berkuda di sisi timur alun-alun. Sttt... ini bukan kuda-kudaan apalagi kuda lumping loh ya. Tapi beneran kuda hidup yang bisa ditunggangi atau sekedar diajak selfie. Ahay... selfie sama kuda??? Keren kalee...

Yups, ternyata wisata berkuda di kawasan jantung kota Jogja ini sudah ada sejak awal taon 2017. Penggagasnya adalah Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU) yang digawangi oleh mas Fuad Andreago.

Kebetulan pas aku di sana, mas Fuad lagi berbaur sama anak-anak yang menunggang kuda, sembari aku liat dia cekrak-cekrek putra kecilnya yang juga diajak. Saat kuhampiri, seperti biasa senyum …

Trip #16: Jelajah Desa Wisata Malangan Sleman (Bagian - 3)

Gambar
Proses pembuatan keris pusaka Empu Sungkowo Harumbrojo (dok. pribadi)

SLEMAN (piknikpiknikasik) - Hey piknikers! Di bagian ketiga atau akhir 'ngetrip' kami di Desa Wisata Malangan, kali ini kami masih mengunjungi dua tempat yang bisa dikatakan menjadi inti dari perjalanan kami ketika itu. Di mana sajakah itu???

Pertama, Mengintip Dapur Keris Pusaka Keraton Yogyakarta


Pusat pembuatan keris pusaka Empu Sungkowi Harumbrojo (dok. Pribadi)

Pusat pembuatan keris pusaka Empu Sungkowo Harumbrojo. Tepatnya, di Dusih Jengglan, Sumberagung, Moyudan. Lalu Apa istimewanya tempat ini?

Jadi, Dari silsilahnya Empu Sungkowo Harumbrojo ini masih keturunan ke-17 dari Empu Supo dari kerajaan Majapahit. Wuih ternyata...


Silsilah keturunan Empu dari kerajaan Majapahit (dok. pribadi)

Eh gak cuma itu loh, beliau ini satu-satunya empu yang mampu membuat keris pusaka di Yogyakarta. Tau gak? (pasti gak ya hehe) Ternyata, keris-keris Sultan di keraton Yogyakarta, termasuk milik Sultan HB X tentunya, itu …

Trip #15: Jelajah Desa Wisata Malangan Sleman (Bagian - 2)

Gambar
Souvenir dan sajian untuk kami di Desa Wisata Malangan (dok. Pribadi)

SLEMAN (piknikpiknikasik) - Seperti janji di tulisan sebelumnya ( Trip #14: Jelajah Desa Wisata Malangan Sleman (Bagian - 1), cerita perjalanan kami bareng temen-temen blogger dan vlogger dari berbagai komunitas di Jogja, masih berlanjut.

Setelah puas menikmati suasana sekaligus 'ngangsu kaweruh' (menimba ilmu) di pusat pembudidayaan lele dan gurameh secara konvensional, kami diajak ngonthel lagi menyusuri tepi persawahan, dengan jalan aspalan dan cor-coran yang tak terlalu mulus karena banyak 'jeglongannya', menuju ke dusun sebelah selatan, yang meskipun berbeda nama, tapi masih dalam lingkup Desa Wisata Malangan.

Menyambangi Pengrajin Bambu dan Batik

Hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja dengan mengayuh sepeda, kami tiba di rumah salah satu warga yang tengah membuat anyaman kerajinan "besek" dari seratan bambu. Besek ini merupakan satu wadah berntuk persegi empat yang biasa digunakan, s…

Trip #14: Jelajah Desa Wisata Malangan Sleman (Bagian-1)

Gambar
sekretariat Desa Wisata Malangan (dok. pribadi)

SLEMAN (piknikpiknikasik) - Klo bicara wisata, Jogja itu sebenarnya salah satu surganya. Bukan hanya soal keelokan panoramanya, atau keunikan obyek yang ditawarkan tapi juga urusan jumlahnya yang sangat banyak, dan pastinya gak selalu mahal loh ya.

Saking banyaknya, orang Jogja sendiri sampai tak mampu menjangkau semuanya, satu per satu,  termasuk aku hehe. Dan yang bikin 'mak jleb' adalah ketika aku dapet 'bonus' untuk ngetrip ke Desa Wisata Malangan, di wilayah kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Oh iya, bonus ini aku dapet usai mengikuti event Mewarnai Indonesia: Kelas Blogging dan Menulis bagi Pemula yang diadakan oleh Tim Pojok Dutadamai Indonesia, dan disupport oleh Diskominfo DIY, dan Dinas Pariwisata Sleman, pada 22 Februari 2017.

Jadi ceritanya, kami diberi PR untuk menulis pengalaman berwisata di Sleman di blog masing-masing. Nah, tiga tulisan yang terpilih akan diajak ngetrip bareng Dispar Sleman ke sala…